To the point saja, teman perempuan tidak menyukaimu mungkin karena dua hal. Pertama, kamu melakukan pencapaian yang tidak bisa dicapai olehnya, atau kamu bisa melakukan sesuatu yang sama sekali tidak bisa dilakukan olehnya. Mungkin kamu lebih unggul dalam hal itu dari pada dirinya. 

Kedua, kamu mendapatkan perhatian dari laki-laki yang disukainya. Mungkin kamu terlalu akrab dengan laki-laki yang kamu sebut "teman biasa" tapi baginya begitu istimewa. Bisa dipahami?

Aku belum pernah membenci seseorang karena hal pertama, tapi aku pernah mendiamkan seseorang karena hal kedua. Meski setelah dipikir-pikir lagi aku keterlaluan. 

Aku terbiasa menjadi objek dari dua kemungkinan itu. Tapi B aja. Karena, hmmm karena ketika membeli skincare aku tidak perlu meminta uang kepada perempuan-perempuan yang berusaha memusuhiku. 

Sebenarnya, ketika aku tidak berada pada posisi menyerang maka aku merasa tidak terlalu salah. Tuduhan apa pun yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya, aku anggap angin lalu. 

Jika aku sudah menganggap dirimu tidak berguna untuk dipikirkan, maka kamu saat itu juga keluar dari lingkaran kehidupanku. Aku tidak akan berkata, "Lihat saja suatu hari kamu yang akan membutuhkanku". Karena aku memang tidak ingin membutuhkan atau dibutuhkan lagi olehmu. Aku anggap kita tak perlu lagi saling terlibat. 

Aku mengerti perasaanmu sebagai sesama perempuan. Jika kamu cemburu katakan di depanku dan jangan main belakang. Kenapa? Karena sampai kapan pun kamu akan sakit hati sendiri karena membenciku sedangkan aku asik menertawakan hidup yang "fana". 

Bukannya ke-GR an, tapi tingkahmu tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu itu. Terlalu terlihat nyonya. Mari kubantu mencurahkan isi hatimu. Mari kubantu dekat dengan laki-laki yang kau incar, dan simpan bilah pisau yang kamu siapkan untukku. 

Post a Comment

Previous Post Next Post