Berapa kali aku menangis di bulan ini? Tak terhitung. Aku terlalu cengeng menghadapi Oktober. 

Makin ke sini kau semakin pandai menghadirkan ragu di kepalaku. Jika kau masih ingin membuka hati untuk yang lain, katakan dengan jelas agar aku paham maksudmu. Aku tak akan menahanmu jika memang kau sudah tak ingin bersamaku. 

Aku sudah terbiasa sendiri, menyulam kesepian. Aku mencintaimu namun tak ingin memaksamu tetap bertahan. Aku ingin kau melakukannya penuh keikhlasan  agar tak menjadi beban. 

Kau mengasihani perempuan lain, lalu bagaimana dengan diriku? Perasaanku? Kau tidak mengasihani aku? Kau tidak mengasihiku? 

Kau tak tega melihat kesedihan dan air mata perempuan lain, tapi kau lupa bahwa aku pun sering sesenggukan menangis karenamu. Bahkan detik ini, aku terisak sesak. 

Jika kau memang begitu peduli dengan perempuan itu mengapa tak kau jadikan ia kekasihmu? Mengapa berkata dan bertindak seolah memilihku padahal hatimu tak menentu?

Kupikir malam ini aku akan tidur nyenyak, setelah kalimat azimat yang kau kirimkan. Ternyata aku keliru, aku harus tidur dengan hati penuh cemburu. 

Aku ingin kau menjaga perasaanku, tapi sepertinya aku terlalu berharap. 

Kita pun jatuh cinta karena sering bersama. Kita juga teman. Jadi bagaimana aku tak khawatir kau dan dia akan terjebak dalam zona nyaman melebihi pertemanan jika selalu saling mengisi kekosongan? 

Kau boleh berteman dengan siapa pun, aku tak punya hak untuk melarang. Tapi kadang aku sulit menepiskan pikiran buruk. Aku sulit mencegah diriku untuk tidak cemburu. Aku terlalu berprasangka yang bukan-bukan. 

Aku sedang mencoba untuk tidak cemburu. Aku benar-benar sudah mencoba. Aku takut kau merasa terkekang nantinya. Aku juga tak mau kau kehilangan teman. Jika aku keterlaluan maaf. Aku butuh banyak waktu untuk menerima kedekatan kalian. Kenyataannya kalian lebih dulu saling kenal dan akrab. Aku perlu belajar memahami bahwa kau bebas memilih teman dekat. 

Maaf kalau membuatmu merasa terbebani atau tak enak hati. Maaf karena aku terlalu kenak-kanakan. Tapi ingat ini, jika kau memang lebih peduli dan selalu ingin melindungi, menjaga juga membahagiakannya maka segera kejar dia. Lupakan aku dan anggap saja kisah kita tak pernah ada.  

Aku mencintaimu tapi mungkin aku bukan orang yang pantas, tak peduli sekeras apa pun usahaku agar kita selaras jika kau memang tak sungguh singgah maka aku akan belajar ikhlas melepas. 

Ah sudahlah mungkin aku memang tak pantas untuk siapa pun. 


Post a Comment

Previous Post Next Post