vinaulkonita.com

Apakah mencintai perlu banyak modal rasa? 

Menurutku, jika kau bukan perempuan yang cantik tapi baik lalu menyukai seorang pria yang sedang menyukai perempuan yang cantik meski agak cuek, kemungkinanmu untuk mendapatkannya sangat kecil. 

Laki-laki suka sesuatu yang indah untuk dipandang, kau cantik tapi tidak lebih cantik dari perempuan yang diincarnya maka kau kalah 1-0. 

Laki-laki suka tantangan, karena kau sudah lebih dulu menyukainya maka tak akan sulit baginya untuk memenangkan hatimu. Kau akan dengan sangat suka rela melakukan apa pun untuknya. Dia tak perlu berjuang untukmu karena kau dengan mudah menerimanya.

Beda dengan "sainganmu" ia cantik, jadi meskipun agak sulit didapatkan dan perlu banyak perjuangan maka laki-laki yang kau sukai akan lebih memilih berjuang untuk mendapatkan perempuan cantik idamannya. Tak peduli bahwa kau yang selalu ada dan mendukungnya dalam berbagai situasi. Sedikit sekali laki-laki yang menomorduakan kecantikan. Tidak semua begitu, tapi wanita soleha yang baik dan cantiknya di bawah KKM biasanya memang sering disakiti. Sering menjadi korban ketidak adilan. 

Hehehe aku sok tahu sekali ya :v 

Tapi bukan berarti kau harus menyerah di tengah jalan. Tetaplah menjadi cantik dengan definisimu sendiri. Menjadi perempuan cerdas, berkarakter dan berkualitas. 

Kau bertanya aku termasuk tipe yang mana? Aku tidak keduanya dalam hal kecantikan dan kebaikan apalagi ketaatan. Aku manusia yang serba nanggung, cantik tidak jelek iya--tapi tidak terlalu jelek sepertinya hahaha. 

Aku hanya manusia yang agak totalitas dalam mencintai cielah. Aku ingin membahagiakan orang yang aku sayangi. Aku hanya perlu menemukan seseorang yang pantas untuk mendapatkan versi terbaik dari diriku. 

Aku takut dimanfaatkan, karena seperti yang Masku katakan, aku itu terlalu polos dan naif. Mudah percaya dan merasa iba. Perlu sebab yang kuat agar aku bisa menjadi jahat. Selebihnya aku hanyalah anak-anak yang mudah sekali dikelabui. Ah bodoh sekali. 

Aku hanya perlu menemukan seseorang yang tidak memanfaatkan kebaikanku hanya untuk kepentingannya. Aku selalu menanamkan di dalam diriku, jika ada orang yang berbuat baik kepadaku maka aku akan membalas dengan kebaikan yang lebih.

Semoga aku sudah menemukannya.

Aku sering dikritik tak peka jika sedang dicintai dan diperhatikan. Padahal kan tidak ada. Ya memang tidak ada. Kalian yang mengada-ada. 

Aku hanya tahu satu orang yang sedang mencintaiku, iya kamu. 


Post a Comment

Previous Post Next Post