vinaulkonita.com

Sekarang kita berada di bulan Juli, 6 bulan berlalu aku ngapain aja? Di rumah rasa-rasanya cuma tidur, mungkin yang agak sedikit berguna ya jaga toko. Bosen gak sih di situasi yang kamu gak produktif sama sekali?

Aku butuh jaringan internet yang memadai sama listrik yang gak labil, masa iya dari zaman aku masih buluk sampai buluk lagi listrik masih aja bergilir! Berhenti mengeluh tentang hal itu, mari mensyukuri nikmat Tuhan yang lainnya.

Hidup di desa itu emang gak ribet. Masyarakatnya yang belum terkontaminasi--aku bilang belum karena sudah muncul gejala-- sosial media gak butuh pamer apa pun di sosmed. Gak butuh pamerin kegiatannya di sawah atau kegiatannya bakul neng pasar. 

Seharusnya aku banyak belajar dari mereka yang hidupnya adem, ayem, tentrem dan gak muluk-muluk. Aku senyum-senyum ngeliat story temenku yang memperlihatkan di perkarangan rumahnya ada beberapa tanaman. Dia menyebutnya kebun. Aku tersenyum menahan tawa, karena tetanggaku yang memiliki banyak sekali tanaman di halaman rumahnya tak pernah mengunggah hal itu di story. 

Maksudnya begini, tetanggaku yang punya jauh lebih banyak tanaman bahkan bisa menghasilkan uang tak memamerkan itu kepada publik. Ia juga tak koar-koar menyebutkan bahwa kegiatannya produktif, tapi nyatanya apa yang dilakukannya jauh lebih berguna daripada aku yang kebanyakan tidur hahaha. 

Satu hal sederhana itu telah menamparku dengan keras, kamu sibuk memperlihatkan dirimu kepada orang lain seolah begitu bermanfaatnya sedangkan di sisi lain ada orang yang benar-benar berguna tapi menyimpannya rapat-rapat. Tak mau pamer dan tak mau orang lain tahu. Keren bukan?

Di rumahku--aku malas menyebutnya kebun karena memang tidak terawat--di permukaan kolam lele ada kangkung yang ketika ingin aku bisa langsung memetiknya. Bahkan Mbak Son dulu memetik kangkung di situ untuk dijual. Ada juga kencur dan kunyit. Lalu ada kemangi yang belum banyak tumbuh, aku minta bibit kemangi dari Pak Cip tetangga di depan rumahku persis. Pisang pun ada, begitupun kelapa. 

Itulah enaknya tinggal di desa ini, tak perlu banyak gaya jika kamu rajin maka banyak kebutuhan dapur yang bisa ditanam sendiri tanpa harus membeli. Hal yang mungkin aku terapkan ketika nanti memiliki rumah sendiri. 

Sepertinya kegiatan berkebun seru, bukan untuk dipamerkan atau supaya disebut anak yang produktif tapi ya memang seru untuk mengisi waktu luang. Aku mungkin bisa berhenti mengunggah story di Instagram atau pun status di WA, tapi menulis catatan di halaman ini terlalu menyenangkan untuk ditinggalkan. Toh hanya orang-orang yang gabut dan sengaja stalking yang membaca tulisan di sini. Jadi tetap saja aman. Karena yang ditulis sesuatu yang hmmm tidak melanggar zona privasi. 

Selamat pagi. Kemarin sakit sekarang harus semangat lagi. 

Jadilah perempuan yang bahagia bukan perempuan yang ingin dibahagiakan. Bahagia itu kamu yang ciptakan. Menemukan kebahagiaan secara mandiri tidak bergantung kepada teman atau pun pasangan. 

Hidup itu mudah asal tak banyak gaya. Hidup itu murah, yang mahal adalah gengsi dan keinginanmu yang tak setara dengan usaha.



Post a Comment

Previous Post Next Post