vinaulkonita.com

Apa yang spesial dari malam minggu? Mungkin jika aku masih anak SD, malam minggu adalah malam terindah karena keesokannya libur sekolah. 

Tapi semakin dewasa malam mingguku biasa saja. Tidak ada istimewa-istimewanya sama sekali. 

Memasuki bulan kelima aku di rumah. Benar-benar di rumah. Aku sampai lupa tujuan hidupku. Berpikir keras apa yang bisa aku lakukan di tengah keterbatasan. Hasilnya, tidak ada. 

Aku tetap merasa tidak berguna. Tidak ada kegiatan yang menyenangkan. Jenuh. Sangat jenuh. 

Kemarin malam salah seorang Kakak mengirim pesan isinya tentang ia yang sedang patah hati. 

"Dua bulan rasanya seperti bertahun-tahun," keluhnya.

Baru sekitar satu bulan jadian, mereka harus mengecup pahitnya perpisahan. Coba tebak karena apa? Karena sang perempuan belum benar-benar bebas dari sang mantan. 

"Aku rasa aku adalah hati yang ia pesan dan ia hancurkan sendiri," curhatnya persis seperti naskah puisi yang sering ia tulis. 

Temanku yang lain menutup percakapan malam itu dengan mengutip kalimat penyair ternama.

Karena aku mencintainya, aku tak pernah berhenti mendoakan keselamatannya

Aku bersyukur mereka patah hati di saat aku sedang bahagia. Setidaknya kita bisa bertukar peran untuk saling menghibur jika aku patah hati suatu hari nanti. 

Menurutmu seberapa parah rinduku saat ini? Barusan aku membaca curhatan seniorku dalam laman website pribadinya. Sepertinya laki-laki yang ia cintai telah menemukan pujaan hati, tapu bukan dirinya. 

Menyedihkan. Aku turut patah hati dan berduka meski sekaligus bahagia. Aku bahagia karena yakin kelak ia juga akan memiliki seorang kekasih yang baik dan setia. Mau mencintai segala kelebihan juga kekurangannya. Mari meyakini banyak hal-hal baik dalam hidup. 

***
Tuhan 
Jika memeluknya adalah sebuah dosa, maka seberapa banyak istigfar yang harus aku lafazkan? 
Aku belum pernah begitu ingin memeluk orang lain sebelum ini. Aku ingin memeluknya agak lama, lebih lama dari antrean di SPBU. 

Jika menggenggam tangannya adalah dosa, kira-kira berapa rakaat salat taubat yang harus aku dirikan? 

Apakah aku sedang mempermainkan Tuhan dengan menawar-nawar dosa? 

Ya Gofar, ampunilah aku. Ampunilah aku yang selalu memikirkannya jika itu termasuk dalam zinah pikiran. 

Aku merindukannya. Itu fakta. Aku tak ingin menangis karena terlalu rindu, aku hanya ingin bertemu. 

Mimpi dan realita seperti tercampur aduk hingga aku tidak bisa membedakan mana yang hanya hayalan mana yang kenyataan. 

Sepertiga malam adalah jalan ninjaku untuk memilikimu.

Aku lupa bagaimana hangatnya genggaman tanganmu. 

Post a Comment

Previous Post Next Post