vinaulkonita.com

Aku melewatkan satu hal, merelakan tak pernah sama dengan melupakan. 

Aku sudah bilang, semenjak dengannya aku tak lagi bisa menulis cerita sedih. Entah kenapa. 

***
Aku tak ingin melemparkan topik pembicaraan yang berat karena rindu ini saja sudah cukup berat untuk kita berdua. 

Selalu ada namamu dalam sebaris doa yang kupanjatkan kepada Tuhan. 

Aku takut bukan doaku yang dikabulkan Tuhan. Aku khawatir ada perempuan lain yang juga tak pernah berhenti berdoa agar bisa bersanding denganmu. Jalanan di sepertiga malam begitu lengang, aku takut terlena lalu tersalip begitu saja. 

Aku takut doa perempuan itu yang dikabulkan Tuhan. Jika dengan doanya ia mampu meluluhkan Tuhan agar menjodohkan kalian berdua, maka aku yang lemah ini bisa apa?

Sudah sering kah aku berdoa untukmu? Untuk kita? Aku cemas ada orang lain yang berdoa dengan lebih khusu dan istiqomah daripada diriku. Karena kita tidak pernah tahu doa siapa yang akan dikabulkan sang pencipta. Jika bukan doa kita, mungkin saja Tuhan mengabulkan doa orang lain yang lebih sedikit dosanya. 

Tikungan di sepertiga malam lebih tajam dan curam, lalu lintas yang tenang namun siapa sangka setiap pengguna jalannya begitu khidmat saat bersujud dan berdoa. Berbisik kepada bumi dengan hati yang tulus, menggetarkan langit yang menampung semua pinta. 

Kita tidak bisa memastikan apakah kedua tangan kita akan tetap saling menggenggam atau justru saling melepas secara perlahan. Setiap kata rindu dan sayang yang kita ucapkan setiap hari mungkin hanya menunda perpisahan. 

Aku hanya belum siap melepasmu. Aku pasti butuh banyak waktu untuk benar-benar bisa melepaskanmu nantinya.

Aku tak banyak berharap kepadamu, aku hanya berharap kepada Tuhan jika hatiku patah karenamu aku tetap bisa menyulamnya lagi. Menyembuhkan luka yang mungkin kau sebabkan dengan berbagai alasan. Aku hanya berdoa jika hari itu tiba maka Tuhan meneguhkan hatiku untuk tetap kuat melanjutkan hidup. 

Jika bukan denganmu nantinya aku membangun rumah untuk hidup yang baru, semoga saja kebahagiaan dan rida Tuhan selalu menyertai kita berdua. Kau bahagia dengan suratan takdirmu begitu pun aku. 

Kemesraan yang saat ini ada mungkin bisa menjadi memori yang berharga. Meski tak kusangkal bisa saja malah menyebabkan lebih banyak luka. Semoga di masa depan kita tidak terlalu kecewa jika ekspektasi tak sesuai realita.

Hati ini harus tetap tangguh menghadapi segala kemungkinan. Kita akan tetap bangkit meski dengan terseok-seok. 

Tetesan hujan yang mengenai pipimu akan kuusap dengan telapak yang selalu menengadah ke langit

Teruntuk dirimu yang saat ini tengah berusaha menata masa depan, tetaplah menjadi pria yang baik dan hangat. Jangan lupa untuk selalu meminta restu dan doa dari kedua orang tua terutama ibu. Kuyakin bebanmu akan ringan jika kau tenang. Tak perlu mengerjakan banyak hal sekaligus. Hal-hal yang kurang penting jangan terlalu dipikirkan. 

Andai bisa aku ingin memberikan peluk untuk masalah pelik yang sering membuatmu suntuk. 

Kesehatanmu tetap penting bagiku, bagi orang-orang yang menyayangimu. Setidaknya jika kau tidak mengasihani tubuhmu, maka kasihanilah aku juga mereka yang selalu mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatanmu. Jangan buat kami cemas. Hiduplah dengan baik jika bukan demi dirimu sendiri maka untuk keluargamu, untuk aku yang mencintaimu. 

Meski saat serius wajahmu lebih menggemaskan dan lucu, tetap saja jangan lupa tersenyum. Kadang diammu membuaku takut, wajahmu menyeramkan saat marah tapi aku selalu ingin tertawa jika mengingatnya. 

Aku tak pernah berani mendekat jika kau sedang marah, aku takut berbuat salah, khawatir memicu emosimu untuk lebih marah. Aku selalu menunggu kau yang datang dan duduk di sebelahku terlebih dulu. Setelah itu aku akan bertanya: Kamu kenapa? Are you okay?

Dan aku hafal jawabanmu, kau akan selalu mengatakan bahwa dirimu baik-baik saja. Tak ada masalah, tak ada yang harus dicemaskan.  Aku tak pernah berhasil memaksamu untuk bercerita. Kau lebih hebat menyembunyikan perasaanmu. Meski kau tak cukup kuat untuk lebih lama menyembunyikan cintamu kepadaku. Hahaha.  

Kekasihku, semangatku. 

Aku tak sabar mengucapkan selamat hari jadi kita yang setahun, dua tahun dan pada semua tahun yang bisa kita lewati bersama. 

Aku begitu merindukanmu.

Post a Comment

Previous Post Next Post