vinaulkonita.com

Mungkin sekitar jam 3 pagi tadi aku terbangun karena ular-ular itu datang lagi. Mimpiku rancu, antara mimpi dan hayalan sepertinya berbaur jadi satu.

Malam kemarin aku bermimpi sedang berada di depan kelas gedung SD ku. Semula aku melihat ada satu ular di halaman sekolah lalu di setiap mataku memandang di situ ada ular. Kali ini ularnya berwarna cerah, ada yang hijau dan kuning. 

Aku berjalan sangat berhati-hati, takut menginjak ular. Berjalan dengan berjinjit dan beberapa kali melompat agar kakiku tak menyentuh ular-ular itu. Bentuk mereka agak panjang dan mungkin sebesar pergelangan tanganku. Mereka seperti ular-ular yang subur dan terawat.

Hanya satu ular yang bergerak, ular warna hijau yang melompat di atas kepalaku. Beberapa kali ia hanya melompat, sepertinya bukan untuk menyerang dia hanya ingin bergerak melayang di udara. Aku mengaktifkan otak sadarku dan segera bangun, aku berkata dalam diriku setiap memimpikan ular, ini hanya mimpi jangan takut ayo bangun.

Dan aku seketika bangun. Aku pikir mimpi tentang ular hanya karena aku terlalu takut dengan hewan reptil tersebut. Atau mungkin mimpi itu datang di saat aku begitu gelisah dalam menentukan pilihan untuk beberapa hal. Seperti apakah aku harus pergi atau tetap tinggal.

Malam ini ular-ular itu berukuran kecil. Mungkin besarnya hanya sebesar jempol laki-laki dewasa--tapi setiap jempol berbeda jadi jempol yang mana? Eh intinya ukurannya pipih dan mungkin hanya satu meter panjangnya. 

Mereka ada di atas permukaan tanah di mana aku melangkah. Ular-ular itu hanya diam tidak ada yang bergerak, mendekat atau pun menyerang. Mereka hanya diam melihatku berjalan dengan berjingkat-jingkat. Kali ini ular-ular itu didominasi dengan warna gelap. 

Pobia terhadap ular membuatku ketakutan sampai terbawa mimpi. Kasihan sekali aku :( Kenapa ular-ular itu banyak sekali? Aku takut.

***
Bertemu itu bukan menuntaskan rindu, ia hanya menumbuhkan dan memupuk rindu yang baru. Aku selalu yakin kita pasti bertemu. Dan saat hari itu tiba meski aku pasti kebingungan kita harus melakukan apa, setidaknya kita sudah bertemu.

Aku bukan orang yang pandai membuat acara, jadi aku tidak punya agenda yang bisa kuajukan kepadamu agar bisa kita lakukan berdua. Yang penting kita bertemu dan bersama dulu, tentang kegiatannya mungkin hanya duduk bercerita. 

Aku mulai mencatat hal apa saja yang harus kusampaikan kepadamu. Karena aku takut saat kita bertemu aku malah lupa dan memilih mengatakan hal-hal yang tidak penting. Tapi percakapan yang tidak penting itu mungkin akan kita rindukan suatu saat nanti, iya kan?

Lucu mendengarmu memanggilku dengan panggilan sayang, aneh rasanya. Aku selalu tertawa membayangkanmu memanggilku seperti itu karena pasti sangat ganjil. Hahaha. 

Aku tidak pernah mampu menghadapi apa pun jika Tuhan tak membantu. Aku lemah dan cengeng itu mengapa aku tak pernah berhenti berdoa. 

Aku sulit mempercayai orang lain, itu alasan mengapa aku perlu banyak waktu untuk mengenalmu. Jika seseorang serius mencintai kita, maka kita akan tahu. Jika ia hanya berpura-pura maka kita akan ragu. 

Aku tak segan-segan mengambil jalan berpisah untuk kita berdua jika memang ke depannya kita tak cocok meskipun telah berusaha. Jika memang kita tak bisa lagi sejalan, aku akan mengambil jalan berbeda. Kita bertemu dengan cara yang unik dan kita akan berpisah dengan cara yang terbaik. 

Semoga saja kita baika-baik saja. 





Post a Comment

Previous Post Next Post