goesramban
Vinaulkonita.com
Aku ingin mengulang-jika bisa, hal-hal manis yang membuatku tertawa hingga menangis. Dan aku masih di sini, menikmati setiap tetes air kehidupan.

Jika suatu saat genggaman ini terlepas--aku kesulitan membayangkan itu, semoga banyak hal indah yang menyertai kita.

Aku benar-benar memaksa diri sendiri untuk menulis, kenapa? Ada sesuatu yang membuatku merasa cemas, aku khawatir akan melupakan setiap cerita kita. Aku takut entah karena apa di kepalaku tak ada lagi ingatan tentangmu. Tentang apa yang pernah kita lakukan berdua di balik tangan yang teguh berdoa.

Aku ingin mengenang sebentar, degub jantung yang menandai hidupku. Degub yang kau juga tahu disebabkan oleh senyumanmu. Kau masih bertahan di sampingku, ya kau masih bertahan, padahal lalu lalang orang mengajakmu berpetualang. Dan kau memilih duduk di sampingku.

Ada yang hilang saat kau pulang. Lalu menjadi sempurna utuh saat kau datang. Kemudian sepotong hatiku seperti mengikuti langkah kakimu, ia tak pernah bisa meninggalkanmu. Baik aku maupun hatiku telah memilih kepada siapa harus setia. Kepada orang yang menggenggam tanganku saat diuji rindu tentu saja.

Aku pasti ribut lebih dari angin saat bersamamu. Tapi aku tak pernah ingin menjadi topan yang membuatmu jauh menyingkir. Aku juga enggan menjadi badai, yang nantinya malah kau musuhi. Aku hanya ingin menjadi udara yang tenang, dengan begitu kau tetap nyaman dalam dekapku.

Kalau beberapa guncangan membuatku ragu untuk tetap bersamamu, genggam erat saja tanganku sebagaimana yang sering kita lakukan. Dengan begitu aku tak akan kabur meninggalkanmu seorang diri. Aku hanya perlu diyakinkan dan dikuatkan saat mulai risau. Aku akan mengingat dengan baik apa yang tak pernah kita ucapkan dengan lisan namun disepakati oleh hati tulus. Kita akan bersama-sama melalui apa pun, kau dan aku.

Tak cukup sampai di sini saja, akan kita arungi bahtera yang luasnya tak mampu kita ukur. Gelombang kecil dan besar akan menambah dinamika cerita kita. Dan kita masih tetap bersama. Menikmati dunia hingga menua lalu mati menghadap sang kuasa. Kita masih bisa tertawa. Bahagia menikmati karunia-Nya





Post a Comment

Previous Post Next Post