goesramban
Vinaulkonita.com
Ketika tak ada yang bisa aku katakan. Tak ada yang bisa aku lakukan. Tak ada yang bisa mengerti perasaanku. Aku hanya ingin pulang ke pelukanmu. 

Kudengarkan lagu ini berulang kali. Dan jantungku berdebar. Aku tak bisa memastikan apa yang sedang kurasakan. Aku hanya ingin menggenggam tanganmu. Menatap kedua matamu yang selalu mampu membuatku tenang. 

Aku tak bisa membaca isyarat matamu. Aku tak bisa membalas tatapan itu. Aku hanya akan menunduk karena khawatir degub jantung ini terdengar olehmu. Malu tentu saja.

Aku hanya ingin kembali ke dalam dekapmu saat yang lain begitu menyebalkan. Aku hanya ingin bersamamu saat sepi datang menyerang. Namun nyatanya aku harus tetap tabah mengingat jumpa hanyalah bualan belaka.

Banyak hal yang ingin aku ceritakan. Jadi aku memintamu datang. Jika tak perlu lagi menebak-nebak arah hatimu, tentu aku yang akan berlari menemuimu. Tapi lain cerita. Kisah ini tentang sakitnya bertepuk sebelah rasa.

Jatuh cinta hanya membuatku semakin tak berdaya melawan sepi. Aku tak bisa memadamkan perasaan yang sedang membara.

Jika kau pergi, bagaimana dengan rindu yang tak pernah bisa kubagi? Bagaimana jika aku merindukanmu sehari setelah kau tak di sini?

Mungkin kau tak peduli, tapi setiap detik yang berdetak tak sekali pun berlalu tanpa mengingatmu. Sedang cinta-cintanya. Sedang kasmaran-kasmarannya. Agak nyeri di dada ketika menyadari setiap rinduku sia-sia.

Kau takkan pernah melihat cintaku.

Aku tak bisa lebih lama lagi menyimpan perasaan. Aku tak bisa lebih lama lagi menahan rindu. Aku tak bisa lebih lama lagi bertahan. Aku tak bisa lebih lama lagi tabah ketika hatimu tak memilihku.

Post a Comment

Previous Post Next Post