Tuhan saya malu. Saya malu menjadi seseorang yang tidak bisa menahan diri. Saya malu terlalu mudah jujur.

Rasanya sakit ketika perasaanmu menjadi bahan olok-olokan. Sudah seserius ini dan hanya ditertawakan, kamu pasti terluka.

Lain kali jangan mudah terpicu suasana. Kadang tak semua yang kamu rasakan harus diungkapkan. Sakit hati itu pembelajaran. Kamu tidak sendiri.


Banyak hal yang harus kamu syukuri. Seingatku setelah menangis malam itu, kamu tidak akan lagi masuk ke lubang yang sama. Seingatku sih begitu.

Kamu mengizinkan dirimu menangis, lemah dan mengakui kekalahan. Setelah itu harus banyak berbenah iya kan? Ayolah jangan mau dianggap remeh. Kamu bisa mengatasi luka di dada. Mengubahnya menjadi hal-hal baik dalam kehidupan.

Kamu pasti malu sekali ya? Semangat! Aku tahu rasanya, lagi pula kita tanggung ini bersama. Hatimu mungkin tidak baik-baik saja saat ini, huahh jadi aku harus bagaimana supaya kamu bangkit lagi?

Tidak apa-apa. Sungguh tidak apa-apa. Semua orang pernah malu. Semua orang pernah melakukan hal yang memalukan. Dan apakah jujur itu memalukan?

Begini, apresiasi ribuan jempol untukmu yang berani mengatakan apa adanya. Perihal diterima buruk atau baik itu di luar kuasamu. Bukankah kamu dilatih untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal di luar kendalimu?

It's okay. Semuanya baik-baik saja, belajar lagi. Jangan merasa sendiri. You have me! Because no one, literally no one, Yourself.


Post a Comment

Previous Post Next Post