Aku sedang menabung kebencian agar lekas mengenyahkanmu dari hati dan pikiran. Aku mengingat-ingat lagi semua hal menyakitkan yang pernah menyebabkan luka di dada.

Dan aku mengingatnya dengan baik.

Aku mengingat betapa menjijikkannya diriku kemarin dan saat ini. Aku jijik.


Tapi lucu. Jadi aku tetap tertawa. Tapi ada sedikit rasa benci untukmu, bukan, bukan benci kepadamu. Aku sebenarnya sedang membenci diri sendiri. Aku membenci sikapku yang terlalu berlebihan dan bodoh. Aku konyol. Dan aku menyesal.

Sebagian dari diriku menolak membenci, tapi sebagian lagi begitu masuk akal memberikan penguatan. Aku akan menghilangkan perasaan ini secara perlahan. Ketika mengingatmu semua akan biasa saja. Aku bisa menerimanya dengan baik. Aku bisa.


Dan aku lebih banyak tertawa. Menyaksikan kebodohanku. Yang lalu, sekarang, dan akan datang.


Post a Comment

Previous Post Next Post