Aku selalu menunggu air langit turun untuk menuliskan tentang kau dan hujan. Sekarang kubuat judul baru, "Catatan Tentangmu". Jadi aku tak perlu menunggu hingga hujan datang untuk membingkaimu dalam aksara.


Jika kubilang aku mencintaimu, kau percaya? Percayakah jika setiap malam dadaku sesak menyembunyikan kerinduan kepadamu? Sudah kucoba memadamkan rasa, namun bukannya lenyap ia justru semakin menjadi-jadi.

Aku sedang kesepian, patah hati dan mencintai sesuatu yang semu. Bagaimana aku melewati penderitaan ini? Jika bagimu ini hanya candaan, tidak bagiku yang setiap saat selalu memikirkanmu. Di bangun dan tidurku kau hadir sebagai mimpi yang mustahil untuk terwujud. Kuminta kau kepada Tuhan ketika bersujud. Agar tenang jiwaku, tak gelisah meski kau benar-benar jauh.

Bukan hanya jauh karena jarak, bukan karena beda kota, namun karena kita beda rasa. Jika kutanya kau di mana, itu artinya aku menanyakan keadaanmu apakah baik-baik saja. Aku tak hanya ingin tahu keberadaanmu, aku juga ingin tahu bagaimana hari-harimu berlalu.

 Aku begitu merindukanmu malam ini. 

Post a Comment

Previous Post Next Post