Kalau bicara ingin, aku ingin malam ini bersama dengan, dengan lagumu mungkin.

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang tegas tentang ibadah. Disiplin tentang salat dan jamaah. Tapi, jangan terlalu kolot dan fanatik sampai tidak bisa berpikiran terbuka. 

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang ketika aku bersamanya aku tak perlu menjelma orang lain. Tetap menjadi diriku sendiri, tanpa perlu menutup-nutupi jati diri. Begitupun dia, tak perlu menjadi orang lain. 

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang ketika aku dengannya aku selalu berusaha menjadi lebih baik. Berusaha terus memperbaiki diri. 

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang dengannya seperti seorang teman, kawan dan partner. Karena dalam hidup kita butuh seorang teman yang tidak pergi dengan segala kekurangan dan keburukan yang kita miliki. Namun menemani untuk saling memperbaiki.

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang mau bersabar menghadapiku. Dan dengannya aku bisa lebih bersabar menghadapi apapun.

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang tenang dan dewasa dalam menghadapi situasi tertentu. Karena aku orangnya sering terburu-buru, tergesa-gesa.

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang tidak terlalu banyak membual dan omong kosong. Kita tidak menyukai orang yang seperti itu bukan?

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang yang pengertian. Dalam arti yang luas.

Kalau bicara ingin, aku ingin seseorang untuk menjadi teman dalam perjalanan-perjalanan pendek panjangku.

Jika bicara ingin, terlalu banyak keinginanku. Kukemas dalam doa ringkas. Semoga Tuhan berkenan.

Kita tidak mungkin hidup selama-lamanya dalam bayang masa lalu. Ada masa depan yang harus kita nikmati, dimulai dari hari ini. 

Post a Comment

Previous Post Next Post