Akhir-akhir ini aku merasa semua berjalan dengan cepat. Atau mungkin langkahku yang semakin lambat sehingga merasa tertinggal. Waktu terus berjalan tanpa mau tahu apa yang sedang hati rasakan. Ini fase dimana aku dan yang lain jatuh cinta? Karena kebanyakan curahan hati mereka tentang rindu dan si dia yang entah kemana. 

Aku gelisah karena usia yang semakin menua namun belum ada hal berarti yang bisa dibanggakan. Tapi bukan berarti semua yang telah terjadi tidak ada artinya. Hanya saja semakin kesini ada hal-hal yang membuatku merasa dekat dengan masa depan. Esok pun sudah masa depan, tapi rasanya ada masa depan berjarak panjang yang telah berada tepat di depan mata tengah bersiap untuk aku jalani. Sulit menjelaskan bagaimana rasanya, tapi aku diburu ketakutan. Sekarang aku benar-benar takut. Perasaan yang kemarin aku hindari namun menyergap lagi hari ini. Baiklah aku memang takut lalu apa? Aku bisa apa selain menghadapi apapun yang akan terjadi? Aku bukan pongah menantang masa mendatang, hanya saja sadar bahwa berani atau tidak berani apa yang telah ditetapkan pasti terjadi. Aku hanyalah pion yang mengikuti kata Tuhannya. Ikhtiarku adalah menjaga emosi agar tidak kalut atau kalah pada detik pertama saat hati diuji. Aku siap sekarang. Aku memang sedang ketakutan dan cemas, aku takut mati aku takut meninggalkan dunia ini karena aku manusiawi. Aku takut jika semua tindak tandukku selama hidup tidak cukup untuk menjadi bekal di akhirat. Aku takut. 

Andai malaikat mau sedikit membocorkan apa yang akan terjadi, atau mungkin malaikat sendiri juga tidak tahu apa yang akan Allah lakukan kepadaku. Tidak tenang dan selalu gusar, kenapa harus begitu? Apa amalan terbaik untuk merasa tetap tenang? Ya Allah aku takut. 

Aku takut terhadap banyak hal. Dulu waktu SMP aku selalu kagum melihat mahasiswa, sekarang aku sudah menjadi mahasiswa. Mungkin sedang masanya dimana orang-orang menemukan tambatan hatinya lalu memutuskan untuk menjadikan hubungan itu sah di mata hukum dan agama. Mereka sudah dewasa dan seberani itu melangkah. Sedangkan aku? Masih sibuk bertanya apa yang bisa aku lakukan agar waktu tidak terbuang sia-sia. 

Tidak ada yang terlalu cepat maupun terlalu lambat. Karena semua terjadi pada periode Allah. Allah tidak melambat-lambatkan dan tidak pula terburu-buru. Hanya saja manusia sering merasa tidak siap dan akhirnya terkejut ketika menghadapinya. Contohnya aku. Aku tidak siap jika sekarang adalah waktu harus tumbuh dewasa dan mulai berjuang menata masa depan. Terlalu manja dan kekanak-kanakan membuatku sering terheran-heran melihat dunia tidak lagi seperti saat aku kecil. Hati ini sepi, mungkin karena kurang dekat dengan Dia. Aku terlalu sibuk memikirkan dunia yang fana sampai lupa bahwa penduduk langit tertawa, ada kehidupan kekal yang harus kamu persiapkan dari sekarang. 

Aku merasa ada tanggung jawab besar yang akan diemban. Aku merasa ada masa depan yang sebenarnya sudah jelas di depan mata tapi belum bisa  diinterpretasikan. All is welllllll...

Post a Comment

Previous Post Next Post